Sekarang ini aku bukanlah siapa-siapa.
Saat ini aku bagaikan sebuah puzzle yang kepingannya
entah berada dimana.
Blur.
Sekarang aku tidak mempunyai apa-apa, hanya harga diri
yang dapat kubanggakan.
Aku masih melangkah disini dengan ketidakpastian yang selalu
membayangi setiap langkahku dan dengan segala pertanyaan
yang tidak ada habisnya tentang hidup.
Aku masih setengah kosong.
Aku meraba-raba dalam langkahku, seolah berjalan dalam kegelapan
pekat dan tiada ujung.
Perjalanan yang panjang yang akan ditempuh,
tampak sulit namun itulah hidup kan?
Aku masih berdiri terdiam dalam kemonotonanku.
Seperti bercermin dan mengharapkan perubahan namun
cermin tidak bisa berbohong.
Hanya ada aku disana, sendiri.
Aku berjuang dalam hidup ini, mencari hakekat akan kebenaran.
Bersamaan dengan keluar masuknya mereka dalam hidupku,
mereka masuk meninggkan bekas dan keluar meninggalkan helaan nafas
pada diri ini.
Tapi aku tetap berdiri, karena aku adalah seorang laki-laki.
Laki-laki itu kuat.
Hidup ini memang penuh warna dan sandiwara.
Ada yang menarik untuk dilihat tapi ada yang terlampau buruk bahkan untuk
memandangnya saja tidak mau, apalagi menjalaninya.
Tapi sebagai manusia dan sebagai seorang lelaki, aku harus belajar untuk
menjalani itu semua.
Saat ini aku bagaikan sebuah puzzle yang kepingannya
entah berada dimana.
Blur.
Sekarang aku tidak mempunyai apa-apa, hanya harga diri
yang dapat kubanggakan.
Aku masih melangkah disini dengan ketidakpastian yang selalu
membayangi setiap langkahku dan dengan segala pertanyaan
yang tidak ada habisnya tentang hidup.
Aku masih setengah kosong.
Aku meraba-raba dalam langkahku, seolah berjalan dalam kegelapan
pekat dan tiada ujung.
Perjalanan yang panjang yang akan ditempuh,
tampak sulit namun itulah hidup kan?
Aku masih berdiri terdiam dalam kemonotonanku.
Seperti bercermin dan mengharapkan perubahan namun
cermin tidak bisa berbohong.
Hanya ada aku disana, sendiri.
Aku berjuang dalam hidup ini, mencari hakekat akan kebenaran.
Bersamaan dengan keluar masuknya mereka dalam hidupku,
mereka masuk meninggkan bekas dan keluar meninggalkan helaan nafas
pada diri ini.
Tapi aku tetap berdiri, karena aku adalah seorang laki-laki.
Laki-laki itu kuat.
Hidup ini memang penuh warna dan sandiwara.
Ada yang menarik untuk dilihat tapi ada yang terlampau buruk bahkan untuk
memandangnya saja tidak mau, apalagi menjalaninya.
Tapi sebagai manusia dan sebagai seorang lelaki, aku harus belajar untuk
menjalani itu semua.
